Dari yang Mengagumimu



Aku mengenalmu, tapi kau tak mengenalku. Aku tahu dimana sekolahmu, rumahmu, dan tempat-tempat berkumpulmu.Tapi kau tak mengerti tentangku, sama sekali. Bahkan kuyakin kau tak tahu ada seorang yang tengah merinduimu, saat ini. Aku merasa, betapa menggelegar semangatmu, tentang organisasi di sekolahmu, dan perkumpulan di majlismu. Ikatan kuat di antara kalian, bagai sebuah keluarga yang luar biasa, dan kau tahu?, Itulah alasanku hingga kini tak pernah mengenalkan diri padamu. Diriku yang hanya seorang Pecintaa Game, lebih nyaman duduk diam di depan layar monitor, mengutik mos, berfikir bagaimana agar bisa Rampage, Melihat jadwal Quest bersama, Bounty Hunter, mencari bug, dan memandangi foto-foto manismu yang tengah berkumpul, canda ria dengan orang-orang spesial di hidupmu. Garis besarnya, Kau seorang wanita yang luar biasa di Dunia Nyata, sedangkan aku hanya seorang yang tak mampu berbuat apa apa, yang hanya mampu duduk diam di hadapan layar, manusia anti sosial. Berfikir sampai situ saja sudah membuatku tak yakin, tentang apakah rasa ini akan sampai padamu.

Aku sedikit tercengang, tentang suatu hubunganmu dengan seseorang. Aku mencoba tak peduli. Namun bagaimanpun juga hati ini terus mencari, seperti apa seorang yang bisa membuat kau melabuhkan hati manismu padanya. Dan ternyata, yah, pantas saja kau memilihnya. Dia pantas untukmu. Seorang anggota Organisasi. salah satu pemain dalam Group Hadroh. Dan pemain inti dalam Futsal, yang sudah pernah menjadi juara.

Apa yang mampu di kata dari hati yang tak tahu diri ini, yang berani-beraninya menjatuhkan hati pada seorang wanita luar biasa sepertimu, konyol sekali.
Malam ini, kutulis surat tanpa arah. Agar kiranya angin yang kan membawa di hembusnya padamu. Atau berharap, semoga tombol keyboarmu error kemudian membuatmu membuka halaman ini, lalu mendapati diriku yang amat sangat mengagumimu. Dibalik layar bersinar ini, merindu, kagum pada Pribadi yang mandiri. Wanita hebat yang mampu berdiri sendiri, dalam segala hal, meski kini tanpa Ibu di sampingmu. Oh betapa hebatnya dirimu. Aku benar-benar tak pantas untukmu.

Dan sungguh, betapa tak sopannya diri ini. Masih saja meronta memanggil wanita sempurna, yang juga hanya lelaki sempuna yang bisa memilikinya.
Aku mohon maaf, aku baru saja menstalking Facebookmu. rasa ini sungguh tak bisa kupendam lagi. Namun akupun tak mampu tuk bisa ungkapkan langsung padamu. Jadi, Mohon beri jiwa rendah ini kesempatan agar juga bisa merasakan indahnya sapa darimu.

Aku tak akan memohon.

Salam untukmu, wanita hebat yang dulu slalu dengan Mio Merah untuk Berangkat Sekolah.
Pecinta Paris, Yang sekarang di semarang.
Dari yang mengagumimu sejak 4 tahun lalu /Rio,

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Powered By Blogger