Secuplik Part 3 (kupu-kupu)


Aya Afza
26 Oktober ·2016

"Kei... Aku tunggu kau ditaman kota" Satu pesan baru saja masuk membuat desahan panjang terdengar darinya. "Siapa Kei ?" Tanya seorang gadis yang berjalan disampingnya "Ken" jawabnya datar. Gadis itu hanya meng-Oh. Jelas, ia sangat tau tentang Ken yang berusaha mendapatkan hati Kei. Lelaki keras kepala itu seharusnya sadar kalau Kei terus menghindarinya.
"Rha... Aku pergi dulu..." Gadis itu Rha, teman dekat Kei mengangguk mengiyakan. "Hati-hati Kei"

Kei tersenyum simpul sembari berlalu meninggalkan Rha sendiri.
Ken takkan mengurangi setiap inci dari senyuman manis berlesungnya itu begitu Kei datang dan keduanya berjalan beriringan. "Kau membuat waktuku tersita hanya untuk berjalan mengelilingi taman" Celetuk Kei tetap terdengar datar namun, tidak untuk Ken. Apapun yang dilakukan Kei selalu terasa spesial untuknya. Baginya dapat membuat Kei bicara saja sudah merupakan perbuatan terhebat yang dilakukannya. Ken telah menyiapkan sederet diksi ungkapan cintanya sebelum Kei kembali berujar dan membuatnya kebingungan.
"Apa yang akan kau katakan ? Mentari bersembunyi, hujan belum datang, waktu untuk sampai ke senja pun masih panjang, sedang mendung saat ini mulai mempengaruhi pikiran ku karna terlalu lama bersamamu" Datar namun terkesan elegant. Untuk sejenak Ken terbungkam, langkahnya terhenti namun tidak untuk pikiran dan hatinya, wajahnya berseri begitu menemukan kembali diksi-diksinya yang nyaris mati karna ucapan Kei. "Kau lihat burung itu ?" Kei menghentikan langkahnya, seekor merpati baru saja terbang melewatinya. "Cinta itu ibarat burung, dia bisa terbang bebas dan memilih sarang yang baik, jika burung itu kita pelihara dengan baik, penuh kasih sayang dan kemesraan, maka burung itu akan jinak terhadap kita"
"Lalu kau akan menyamakanku dengan burung ??" Ken tergelak, kekehan kecilnya terdengar. Kali ini ia benar-benar bingung harus menjawab apa.
"Cinta itu ibarat kupu-kupu, ia bisa terbang ketempat mana saja yang ia suka"
"Bukankah itu sama saja ? Terbang mencari dan menentukan"
"Itu berbeda !" Sanggah Kei tak terima.
"Aku setuju dengan pendapatmu, keduanya memang berbeda burung menjaga sarang tempat dia tinggal, lalu... Apa yang dijaga oleh kupu-kupu mu ??"
Degh... Kali ini Kei yang harus terbungkam, tatapan datarnya menghujam pada sekelompok kupu-kupu yang berlarian diantara pepohonan berbunga.
"Huft..." Ditariknya nafas panjang sembari memejam erat, merasakan embusan angin yang berkeliaran. "Baiklah... Akan ku pertimbangkan ucapan mu"
Ucapnya sebelum berlalu meninggalkan Ken yang terpaku dalam dunia euforianya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Powered By Blogger