Secuplik Part 5

Aya Afza
28 Oktober · 16

Langit kota seolah mengerti apa yang tengah dirasakannya. Hujan yang turun sore ini menyembunyikan luka yang tertuang dalam air mata. Di bawah hantaman air hujan Keiko menyembunyikan tangisannya. Pikirannya tak dapat melupakan kejadian kemarin sore yang tak sengaja dilihatnya pada jalanan yang lenggang pada isak tangis seorang gadis dan sorot mata seorang lelaki yang mulai membuatnya mengerti akan arti mencintai. "Kei...."
Suara itu, sedikit pun tak pernah lepas dari lamunan. Kenshin datang membuat Kei semakin melebur dalam luka yang mendera.

"Apa yang kau lakukan di bawah hujan seperti ini...." Ujar Ken cemas. Kei masih bergeming dalam air mata yang larut bersama hujan. "Kei...." Tak ada jawaban, bahkan Kei sendiri pun tak tau harus mengucapkan apa.
"Tinggalkan aku sendiri" Suara Kei terdengar bergetar.
"Kau bicara apa ??"
"Lupakan aku Ken...."
"Kei...sepertinya air hujan sudah membuat ucapanmu menjadi kacau, kemarilah, ayo kita pulang..." Direngkuhnya pundak ringkih Keiko, Kei mengelak namun tak cukup kuat untuk dapat menolak genggaman erat Ken pada lengannya. Ia terdiam membiarkan Ken menyentuh kedua pipinya. "Kei...." Kei tertunduk lesu, sebisa mungkin ia mencoba menghindari tatapan Ken.
"Apapun yang kau katakan, apapun yang kau lakukan bahkan rintik hujan dan gemuruh ini tidak akan ku pedulikan ketika aku tahu, aku jatuh cinta padamu Kei...."
Tak ada guna menyembunyikan luka, sama halnya Rin. Kei terisak dalam dukanya.
"Kau hanya akan mendapatkan hujan jika kau mencintaiku...dan menyianyiakan pelangimu yang ada padanya...."
"Aku tidak peduli" diangkatnya wajah Kei, sepasang mata sembab itu beradu pada sepasang mata penuh kehangatan dan cinta yang Ken berikan padanya.
"Banyak yang suka hujan dan ada pula yang tidak suka. Rintik itu ibarat titik, kecil dan sedikit. Begitulah perasaanku padamu, namun berulang- ulang ada...."
"Tapi Ken.... Rin"
"Apakah setiap hujan reda pelangi selalu ada melukis langit dengan warnanya ??"
Kei terdiam,
"Apapun yang terjadi i'm with you Keiko...." Ken tersenyum hangat bersama Kei yang ikut mengembangkan senyum manisnya dalam dekapan erat Ken yang tak ingin dilepasnya.
"Apakah aku terlalu naif untuk menerima cinta....?"

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Powered By Blogger